Maaf ya!
Maaf ya!
"Maaf ya, Mary." ucap Yashinta pada Maria.
"Di saat seperti ini, daripada permintaan maaf,
aku akan lebih senang mendengar ucapan terima kasih." balasnya.
***
"Haloo" Suara riang Maria mengejutkan
orang-orang di dalam kamar flat kecil itu. Mereka, Kak Nurin yang sedang
merapikan lemari dan Kak Layla yang sedang bersantai di kasurnya, menyambut
Maria yang tiba-tiba muncul.
"Haii" Balas mereka riang. Maria sambil
berjalan masuk, ia mampir ke kamar tetangga sebelahnya.
"Gimana, kelihatannya happy banget nih?"
Kak Layla menanyakan hal yang sebenarnya tidak perlu ditanyakannya.
"Hahaa, harus happy dong, iya ngga?" Kak
Nurin menimpali. Maria menanggapi itu dengan tersenyum.
"Aku mau balik lagi nih, sebelum itu boleh aku
minta peluk?" Pinta Maria. "Semangatin aku yaa!"
Kak Nurin yang sedang membereskan barang-barang
segera berdiri memeluk Maria, tangannya mengelus punggung Maria lembut.
"Semangat ya, kamu pasti bisa" ucapnya.
"Kak Nurin tahu gak? Tadi aku hampir nangis
tau, hahaa" ucap Maria diiringi tawa hambar. "Soalnya aku kesal"
jelasnya singkat.
"Yaudah, nangis aja, gak apa-apa kok" Kak
Nurin makin lembut mengelus punggung Maria. Hal itu malah membuat Maria
menangis. Isakan tangisnya mulai memenuhi ruang kamar itu.
Kak Layla yang sedang merebahkan diri di kasur
langsung ikut memeluk Maria, sambil mengelus kepala Maria pelan. Keduanya hanya diam, membiarkan gadis itu
menangis. Ini kali pertama mereka melihat Maria menangis.
"Aku tuh gak mau nangis, heup.., tapi kenapa
malah nangis disini, heupp..." ujar Maria setelah melepas pelukan sambil
berusaha menghentikan tangisnya.
"Udah gak apa-apa, gak salah kok kalau kamu
nangis"
"Kamu capek ya, nangis dulu gak apa kok, kalau
mau cerita sini cerita" Keduanya berusaha menenangkan Maria.
"Aku gak boleh nangis, Yashinta ada di bawah,
aku gak mau kalau ketahuan aku habis nangis, aku gak bisa jelasinnya
nanti" Maria mengusap wajahnya yang basah karena air matanya.
"Udah, aku gak boleh nangis sekarang, ayo dilap
air matanya, gak boleh kelihatan habis nangis, kerjaanku masih banyak, ayo
balik, ayo semangat" Maria menyemangati dirinya.
Kak Layla menyodorkan kotak tisu dan Maria mengambil
beberapa lembar. Maria beralih ke depan cermin, membersihkan sisa-sisa
tangisnya. "Udah gak kelihatan kayak orang habis nangis, kan?"
Nurin dan Layla melihat mata Maria yang memerah,
jelas terlihat sekali kalau itu adalah mata orang yang habis menangis.
"Kelihatan, ya?" Maria berusaha mengelap
wajahnya lagi.
. "Ah, yaudah lah, biarin dulu, gak
apa-apa." dibuangnya tisu-tisu bekas lap air mata tadi. Maria kembali
mengambil tasnya "Yaudah kakak-kakak, aku balik dulu ya" Maria
berusaha bersikap seperti biasa, seolah tak terjadi apa pun.
"Dadaahh, sampai ketemu lagi" Pamit nya
sambil melambaikan tangan.
"Yashintaaa, ayoo buruan" teriakan Maria
yang terburu-buru menuruni tangga masih terdengar hingga ke kamar, seperti
biasa, ia akan bersikap seolah tak terjadi apa pun sebelumnya.

Keren bangett semangat ka fita🫶
BalasHapusNangis aja mar kalo capekk, gapapa bgt koo!!
BalasHapus